Post Blog
·

-
Nehemia: Pemimpin yang Tidak Menggunakan Jabatannya untuk Membebani Rakyat
Nehemia merupakan teladan pemimpin yang lebih mengutamakan tanggung jawab daripada keuntungan pribadi, sebagaimana digambarkan dalam Nehemia 5:14-19. Ia tidak menyalahgunakan jabatan gubernurnya untuk membebani rakyat; sebaliknya, ia berfokus pada kesejahteraan mereka di tengah masa-masa sulit secara ekonomi. Tindakannya menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati menuntut integritas, belas kasih, serta perhatian yang sungguh-sungguh terhadap kesejahteraan orang-orang yang dilayani.
-
Gereja Apostolik Harus Hidup menjadikan Kristus Benar-Benar Raja
Gereja Apostolik harus benar-benar hidup dalam kebenaran Kristus adalah Raja, serta menunjukkan otoritas-Nya dalam setiap aspek kehidupan. Hal ini melampaui sekadar pembahasan mengenai Kerajaan Allah; orang percaya hendaknya mencerminkan pemerintahan-Nya melalui keputusan-keputusan yang bijak terkait uang, ambisi, dan hubungan. Iman yang sejati tercermin dalam tindakan sehari-hari yang selaras dengan ajaran Kristus.
-
Membangun di Atas Dasar yang Benar: Bedakan antara Dugaan dan Apa yang Sudah Tuhan Nyatakan
Konten ini menyoroti pentingnya membedakan antara asumsi manusia dan kebenaran ilahi dalam memahami kehendak Allah. Hal ini menekankan bahwa kedewasaan rohani mencakup kemampuan untuk mengenali kapan harus berbicara dengan penuh keyakinan dan kapan harus bersikap rendah hati. Pesan utamanya adalah bahwa rencana Allah bertujuan membentuk umat manusia menjadi anak-anak yang dewasa, yang siap menggenapi tujuan-Nya…
-
Menjadi Anak-Anak-Nya: Dipulihkan kepada Posisi sebagai Anak
The message emphasizes the significance of spiritual adoption through Christ, highlighting that believers are positioned as God’s children receiving identity, acceptance, and inheritance. It discusses healthy kingdom fathering, which fosters maturity rather than dependence, balancing love with discipline, and ensuring that relationships direct individuals towards Christ. Ultimately, spiritual growth is prioritized.
-
Krisis Tidak Selalu Membatalkan Waktu Tuhan
The message emphasizes that crises do not necessarily indicate a halt in God’s plans. Challenges can lead to important life decisions and opportunities for growth. Differentiating between crises and divine timing is essential. Understanding how to respond appropriately during difficulties can reveal God’s purpose and foster resilience through faith and wisdom.
-
Yusuf: Sumur, Rumah Potifar, dan Penjara adalah Sekolah sebelum Istana
Yusuf’s life exemplifies how God can use unexpected circumstances to prepare individuals for significant tasks. Despite facing hardships, Yusuf’s integrity and responsibility in challenging situations demonstrated his readiness for greater leadership. His experiences taught that character and preparation are essential for future opportunities, highlighting the importance of faithfulness in everyday responsibilities.
