Gereja Apostolik Harus Hidup menjadikan Kristus Benar-Benar Raja

Gereja Apostolik Harus Hidup menjadikan Kristus Benar-Benar Raja
Special Message by PS. SAMUEL MULYONO
Gereja apostolik tidak cukup hanya sering memakai kata-kata seperti “Kerajaan Allah”, “pemerintahan Tuhan”, atau “Kristus adalah Raja”. Yang jauh lebih penting adalah apakah kehidupan kita sungguh menunjukkan bahwa Yesus memang memerintah. Kalau kita berkata Yesus adalah Raja, tetapi keputusan hidup tetap ditentukan oleh uang, ambisi, gengsi, ketakutan, atau keinginan diri sendiri, maka pengakuan kita belum sungguh menjadi kehidupan.
Kalau Kristus benar-benar Raja, maka seluruh hidup harus belajar tunduk kepada-Nya. Waktu kita bukan lagi hanya milik kita sendiri, tetapi harus dipakai dengan bijaksana. Uang tidak boleh menjadi tuan, tetapi harus menjadi alat yang kita kelola bagi kehendak Tuhan. Ambisi pribadi harus disucikan supaya kita tidak hanya mengejar nama, posisi, atau keberhasilan diri. Pelayanan juga tidak boleh hanya menjadi kegiatan, tetapi harus menjadi bentuk ketaatan kepada Sang Raja.
Karena itu, gereja apostolik harus menjadi tempat di mana orang percaya belajar hidup selaras dengan kehendak Tuhan. Bukan hanya tahu banyak ayat, bukan hanya mengalami banyak perjumpaan rohani, dan bukan hanya mempunyai banyak relasi pelayanan, tetapi hidupnya sungguh berubah. Apa yang dipercaya di gereja harus terlihat dalam keluarga, pekerjaan, usaha, cara memakai uang, cara memperlakukan orang lain, dan cara mengambil keputusan.
Sekolah Kerajaan tidak cukup hanya membuat orang semakin pintar berbicara tentang Kerajaan. Pelayanan profetik tidak cukup hanya membuat orang menerima pengalaman rohani. Jaringan apostolik juga tidak cukup hanya membuat orang mempunyai banyak koneksi. Semuanya harus menghasilkan satu hal, yaitu hidup yang semakin lurus dan selaras dengan kehendak Kristus.
Keselarasan itu berarti kehidupan pribadi, keluarga, pekerjaan, usaha, pelayanan, dan panggilan tidak berjalan ke arah yang berbeda-beda. Kita tidak boleh terlihat rohani di gereja tetapi hidup semaunya di rumah. Kita tidak boleh berbicara tentang kebenaran tetapi bekerja dengan cara yang tidak jujur. Kita tidak boleh berkata melayani Tuhan tetapi sebenarnya hidup hanya untuk mengejar keuntungan dan pujian manusia.
Gereja apostolik juga bukan gereja yang lari dari dunia. Justru gereja harus membentuk orang-orang yang cukup kuat di dalam Kristus sehingga mereka dapat kembali masuk ke dunia tanpa dikuasai oleh dunia. Orang percaya harus mampu hadir di tempat kerja, bisnis, pendidikan, pemerintahan, teknologi, seni, dan masyarakat sambil tetap membawa nilai Kerajaan Allah.
Seorang pengusaha dapat bekerja dalam bisnis tanpa menjadikan uang sebagai tuhan. Seorang pejabat dapat hadir dalam pemerintahan tanpa menganggap politik sebagai penyelamat manusia. Seorang guru dapat bekerja di bidang pendidikan tanpa menyembah pengetahuan. Seorang anak muda dapat memakai teknologi tanpa kehilangan kendali atas pikirannya dan tanpa kehilangan hubungan yang sehat dengan orang lain.
Kita juga harus belajar mengasihi bangsa tanpa menempatkan bangsa di atas Kristus. Kita dapat mencintai negeri, bekerja bagi kemajuan masyarakat, dan berdoa bagi para pemimpin, tetapi kesetiaan tertinggi tetap hanya kepada Yesus. Kristus tetap Raja di atas keluarga, gereja, pekerjaan, organisasi, bahkan bangsa.
Inilah gereja apostolik yang sehat, yaitu umat yang bukan hanya berbicara tentang Kerajaan, tetapi sungguh hidup di bawah pemerintahan Sang Raja. Kehidupan mereka menunjukkan bahwa Yesus memiliki hak untuk mengatur waktu, uang, hubungan, pekerjaan, ambisi, pelayanan, dan masa depan mereka.

BUILD — Bangun Kehidupan yang Tunduk kepada Kristus
Mulailah dengan memeriksa hidup kita secara jujur dan bertanya, “Bagian mana dari hidup saya yang masih saya atur sendiri tanpa sungguh-sungguh melibatkan Tuhan?” Mungkin itu keuangan, pekerjaan, keluarga, kebiasaan, waktu, atau ambisi. Bangun kebiasaan untuk membawa setiap bagian hidup itu kembali kepada pemerintahan Kristus.
Bangun juga pengertian bahwa menjadi umat Kerajaan bukan hanya soal datang ke gereja, tetapi belajar taat dalam kehidupan sehari-hari. Semakin kita mengenal Kristus sebagai Raja, semakin keputusan kita harus menunjukkan bahwa Dia benar-benar memiliki hidup kita.
CREATE — Ciptakan Pola Hidup yang Sesuai dengan Nilai Kerajaan
Setelah mengetahui bagian yang perlu diperbaiki, mulailah menciptakan kebiasaan baru. Atur waktu dengan lebih baik, kelola uang dengan jujur, perbaiki hubungan dalam keluarga, kerjakan pekerjaan dengan sungguh-sungguh, dan buat keputusan berdasarkan kebenaran, bukan hanya keuntungan.
Kalau kita berada di tempat kerja, usaha, sekolah, pemerintahan, atau pelayanan, ciptakan suasana yang membawa nilai Kerajaan, yaitu kejujuran, tanggung jawab, keadilan, kasih, dan penghormatan kepada manusia.
ACTIVATE — Mulai Taat dalam Satu Bagian Hidup Hari Ini
Jangan menunggu semuanya berubah sekaligus. Pilih satu bagian hidup yang paling jelas perlu ditundukkan kepada Kristus dan lakukan satu langkah nyata hari ini. Jika masalahnya waktu, buat jadwal yang lebih tertib. Jika masalahnya uang, mulai kelola dengan benar. Jika masalahnya hubungan, mulai berdamai. Jika masalahnya pekerjaan, mulai bekerja dengan integritas.
Kemudian terus tanyakan, “Kalau Yesus benar-benar Raja atas hidup saya, keputusan apa yang harus saya ambil hari ini?”
Gereja apostolik yang sejati bukan hanya gereja yang banyak berbicara tentang Kerajaan Allah, tetapi umat yang hidupnya menunjukkan bahwa Kristus benar-benar memerintah. Ketika waktu, uang, keluarga, pekerjaan, ambisi, pelayanan, dan seluruh kehidupan tunduk kepada-Nya, barulah dunia dapat melihat bahwa Sang Raja bukan hanya kita khotbahkan, tetapi sungguh kita taati.
Leave a Reply