Joel Armies

JOEL ARMIES APOSTOLIC NETWORK

An Apostolic & Prophetic Ministries Network for a Generation Called to Fulfill the Father’s Assignment

Joel Armies, Inc. lahir dari sebuah kerinduan yang Tuhan tanamkan sejak tahun 2005, yaitu untuk membangun sebuah Apostolic & Prophetic Ministries Network — jejaring pelayanan apostolik dan profetik — yang pada awalnya berfokus pada generasi muda, tetapi memiliki visi yang jauh melampaui sebuah komunitas pemuda, karena tujuan utamanya adalah melahirkan, membangun, memperlengkapi, dan menghubungkan sebuah generasi yang memahami identitasnya di dalam Kristus, mengenali kehendak Bapa bagi zamannya, serta memiliki keteguhan untuk menyelesaikan setiap assignment atau penugasan ilahi yang telah Bapa tetapkan bagi generasinya di kota-kota dan bangsa-bangsa.

Joel Armies tidak dibangun untuk menjadi sebuah denominasi baru, struktur keagamaan baru, atau institusi yang menjadikan satu figur manusia sebagai pusat gerakannya, melainkan sebagai sebuah post-denominational Kingdom network — jejaring Kerajaan Allah yang bergerak melampaui batas-batas denominasi tanpa kehilangan penghargaan terhadap Tubuh Kristus — dengan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Kepala Gereja, sementara setiap orang percaya dipahami sebagai bagian dari Tubuh-Nya yang dipanggil untuk mengenali, menerima, dan mengeksekusi kehendak Sang Kepala. Karena itu, pusat dari Joel Armies bukanlah organisasi, nama pelayanan, tradisi, maupun kepentingan institusional, melainkan Kristus sendiri, sebab hanya ketika Tubuh hidup dalam keselarasan dengan Kepala, gereja dapat bergerak secara akurat untuk menggenapi maksud Allah bagi sebuah generasi.

OUR CORE CONVICTION

Christ Is the Head. We Are His Body. His Will Must Be Executed.

Joel Armies berdiri di atas keyakinan bahwa gereja tidak dipanggil hanya untuk berkumpul, mempertahankan keberadaan institusi, atau menghasilkan aktivitas keagamaan dari satu generasi kepada generasi berikutnya, tetapi dipanggil untuk menjadi Tubuh Kristus yang hidup, responsif, matang, dan mampu mengeksekusi kehendak-Nya di bumi. Kristus sebagai Kepala menentukan arah, maksud, pola, waktu, serta strategi, sedangkan Tubuh memiliki tanggung jawab untuk mendengar, merespons, bergerak, dan membangun sesuai dengan apa yang berasal dari Kepala.

Karena itu, pertanyaan utama yang menggerakkan Joel Armies bukanlah, “Apa yang ingin kita bangun?”, melainkan, “Apa yang sedang Kristus kehendaki untuk dibangun melalui Tubuh-Nya dalam generasi ini?” Demikian pula pertanyaannya bukan sekadar, “Program apa yang akan kita jalankan?”, tetapi, “Apa assignment Bapa bagi kota, wilayah, generasi, dan bangsa yang harus kita selesaikan secara akurat?”

Dari paradigma inilah lahir sebuah generasi yang tidak bergerak berdasarkan ambisi pribadi, tren pelayanan, atau kebutuhan untuk memperoleh pengakuan, tetapi berdasarkan divine assignment, yaitu penugasan yang berasal dari Bapa dan harus dijalankan menurut waktu, pola, serta blueprint atau cetak biru yang berasal dari-Nya.


OUR IDENTITY

A Post-Denominational Network of Kingdom Citizens

Joel Armies adalah sebuah jejaring warga Kerajaan Allah yang dipersatukan bukan pertama-tama oleh kesamaan organisasi, denominasi, tradisi, atau latar belakang pelayanan, melainkan oleh kesamaan pemerintahan: Yesus Kristus adalah Raja, dan kehendak-Nya menjadi hukum tertinggi bagi kehidupan serta pelayanan kami.

Istilah post-denominational tidak dimaksudkan sebagai sikap anti-denominasi atau penolakan terhadap keberagaman ekspresi gereja lokal, melainkan sebagai kesadaran bahwa identitas tertinggi orang percaya tidak dibatasi oleh nama denominasi, aliran, komunitas, atau jaringan tertentu. Identitas kita yang terutama adalah warga Kerajaan Allah dan anggota Tubuh Kristus, sehingga hubungan dan kerja sama dapat dibangun berdasarkan Kristus, kebenaran Firman, kesamaan mandat, integritas karakter, serta kehendak Allah yang lebih besar daripada kepentingan organisasi masing-masing.

Joel Armies karena itu berfungsi sebagai relational and governmental network, yaitu jejaring relasional sekaligus pemerintahan rohani yang mempertemukan orang-orang yang memiliki beban yang sama untuk melihat kehendak Allah digenapi di kota-kota dan bangsa, lalu menolong mereka menemukan koneksi yang akurat, menerima penguatan, mengalami sharpening atau penajaman, membangun kapasitas, dan bergerak secara korporat untuk menyelesaikan assignment generasional.


A GENERATION OF REVIVALISTS AND REFORMERS

Menyalakan Kebangunan dan Membangun Reformasi

Joel Armies dipanggil untuk melahirkan generasi revivalist dan reformer di berbagai kota di Indonesia. Dua istilah ini tidak dapat dipisahkan, sebab kebangunan tanpa reformasi berisiko berhenti menjadi momentum, sedangkan reformasi tanpa kehidupan Roh berisiko berubah menjadi struktur yang kehilangan api ilahi.

Seorang revivalist adalah pribadi yang membawa kehidupan Allah, membangkitkan kembali kerinduan terhadap Kristus, memulihkan kepekaan kepada Roh Kudus, dan menyalakan kembali apa yang telah menjadi redup dalam kehidupan umat Allah. Namun generasi Joel Armies tidak berhenti pada revival atau kebangunan; mereka juga dipanggil menjadi reformer, yaitu orang-orang yang berani membawa perubahan pola, struktur, sistem, nilai, paradigma, dan budaya sehingga apa yang Allah hidupkan melalui kebangunan dapat memperoleh wadah yang mampu mempertahankan serta memperluas pengaruhnya.

Karena itu, generasi ini dipanggil untuk secara konsisten mengerjakan kehendak Allah bagi generasinya sampai kehendak tersebut memperoleh penggenapan yang utuh. Mereka tidak hanya mengejar momen perjumpaan, tetapi membangun setelah perjumpaan; mereka tidak hanya berbicara mengenai perubahan, tetapi membangun struktur perubahan; mereka tidak puas ketika orang menerima inspirasi, tetapi bergerak sampai keluarga, gereja, marketplace, pendidikan, pemerintahan, seni, media, ekonomi, dan berbagai wilayah kehidupan mulai mengalami dampak dari pemerintahan Kristus.


A GENERATION THAT WILL NOT QUIT

Carrying the Progressivity of the Kingdom Until Every Sphere Is Influenced by His Glory

Joel Armies membangun sebuah generasi yang tidak menyerah di tengah proses, karena mereka memahami bahwa assignment ilahi tidak selalu diselesaikan melalui satu momentum besar, melainkan melalui ketaatan yang panjang, ketekunan, pembentukan karakter, keberanian menghadapi oposisi, serta kesediaan untuk terus bergerak ketika hasil belum terlihat.

Generasi ini membawa apa yang dapat disebut sebagai progressivity of the Kingdom — progresivitas Kerajaan Allah — yaitu keyakinan bahwa pemerintahan Allah harus terus memperoleh peningkatan ekspresi dari satu tingkat kepada tingkat berikutnya, dari satu pribadi kepada keluarga, dari keluarga kepada komunitas, dari komunitas kepada kota, dan dari kota kepada bangsa. Kerajaan Allah tidak dimaksudkan untuk berhenti sebagai konsep yang dipercayai secara pribadi, tetapi harus terus bertumbuh menjadi budaya, pengaruh, tatanan, hikmat, dan solusi yang dapat dirasakan oleh dunia di sekitar kita.

Karena itu, Joel Armies menolak mentalitas yang mudah puas dengan keberhasilan masa lalu. Apa yang Allah lakukan pada musim sebelumnya harus dihormati sebagai warisan, tetapi generasi berikutnya tetap harus mencari proceeding word, yaitu firman yang sedang keluar dari mulut Allah bagi musim sekarang, sehingga Kerajaan Allah terus bergerak maju tanpa kehilangan fondasi.

Mereka akan terus membangun sampai setiap area yang dipercayakan kepada mereka dipengaruhi dan dipenuhi oleh kemuliaan Allah; bukan melalui dominasi manusia atas manusia, melainkan melalui manifestasi karakter Kristus, hikmat Surga, integritas, kreativitas, keadilan, kasih, kuasa Roh Kudus, serta solusi yang menghadirkan kehidupan.


A SPIRIT-FILLED GENERATION

Empowered by the Holy Spirit to Execute the Kingdom Revolution

Joel Armies percaya bahwa assignment Kerajaan tidak mungkin diselesaikan hanya dengan kecerdasan manusia, kekuatan organisasi, strategi, kemampuan komunikasi, atau sumber daya finansial. Semua kapasitas tersebut memiliki tempatnya, tetapi gereja tidak dapat menyelesaikan pekerjaan Allah tanpa kuasa Roh Allah.

Karena itu, kami membangun generasi yang penuh dengan Roh Kudus, bukan hanya generasi yang mengenal terminologi Roh Kudus, tetapi generasi yang belajar hidup dipimpin, dibentuk, dikoreksi, diperkuat, dan diutus oleh-Nya.

Kepenuhan Roh tidak dilihat hanya sebagai pengalaman emosional atau manifestasi sesaat, tetapi sebagai kehidupan yang berada di bawah pemerintahan Roh Kudus sehingga pikiran, kehendak, karakter, keputusan, hubungan, pelayanan, kreativitas, dan tindakan seseorang semakin selaras dengan kehendak Bapa.

Generasi inilah yang dipersiapkan untuk menjalankan Kingdom Revolution — Revolusi Kerajaan — bukan revolusi yang lahir dari pemberontakan manusia, tetapi transformasi radikal yang terjadi ketika pola Kerajaan Allah menggantikan pola dunia, ketika nilai Sang Raja menggantikan budaya yang rusak, ketika kebenaran menggantikan penipuan, ketika pelayanan menggantikan eksploitasi, dan ketika kehendak Allah mulai memperoleh bentuk dalam berbagai sistem kehidupan.

Namun Joel Armies meyakini bahwa setiap revolusi Kerajaan harus dijalankan menurut sistematika Tuhan dan blueprint yang akurat. Api tanpa pola dapat menghasilkan kekacauan. Pewahyuan tanpa pembangunan dapat hilang bersama waktu. Karena itu, Roh Kudus bukan hanya memberikan kuasa, tetapi juga hikmat untuk membangun secara tepat.


A GENERATION APPROVED BY GOD

Not Merely Gifted, but Pleasing to the Father

Joel Armies tidak memiliki tujuan utama untuk melahirkan generasi yang terkenal, spektakuler, memiliki platform besar, atau dikenal karena karunia-karunia yang mengagumkan, melainkan generasi yang diperkenan oleh Allah.

Perkenanan Allah menjadi lebih penting daripada pengakuan manusia.

Karunia tanpa karakter dapat menghancurkan seseorang. Pengaruh tanpa kedewasaan dapat menghasilkan kerusakan. Platform tanpa proses dapat menjadi beban yang terlalu besar bagi manusia yang belum dibangun.

Karena itu, proses Joel Armies menekankan pembangunan manusia secara utuh: karakter, kekudusan, keintiman dengan Kristus, ketaatan, kerendahan hati, integritas, kapasitas membangun hubungan, kemampuan berada di bawah otoritas, ketekunan, dan kesediaan untuk terus dibentuk.

Generasi yang diperkenan inilah yang kemudian dapat menerima apostolic grace atau anugerah rasuli untuk bergerak bukan sekadar sebagai individu yang memiliki karunia, tetapi sebagai orang-orang yang mampu membangun, mengutus, memperlengkapi, menghubungkan, membuka wilayah baru, serta menyelesaikan assignment yang dipercayakan Bapa.


APOSTOLIC GRACE FOR GENERATIONAL ASSIGNMENT

Sent to Build, Establish, Equip and Finish

Pengurapan dan anugerah rasuli dalam Joel Armies tidak dipahami sebagai gelar status, melainkan sebagai grace to be sent — anugerah untuk diutus.

Seorang yang membawa dimensi apostolik memahami bahwa dirinya tidak hidup hanya untuk memelihara apa yang telah ada. Ia memiliki beban untuk membuka jalan, menegakkan fondasi, memperlengkapi manusia, membangun struktur yang sehat, melahirkan pemimpin, membentuk generasi berikutnya, dan membawa pekerjaan Allah menuju tingkat penyelesaian yang lebih besar.

Joel Armies karena itu diarahkan menjadi lingkungan yang melahirkan builders, pioneers, reformers, spiritual fathers and mothers, leaders, strategists, prophetic voices, marketplace reformers, and nation builders — para pembangun, perintis, pembaru, bapa dan ibu rohani, pemimpin, ahli strategi, suara profetik, reformer marketplace, dan pembangun bangsa.

Semua fungsi tersebut tidak berdiri sendiri. Mereka harus bergerak sebagai Tubuh.

Ada yang melihat.

Ada yang berbicara.

Ada yang membangun.

Ada yang memimpin.

Ada yang mengajar.

Ada yang mendanai.

Ada yang menciptakan.

Ada yang membuka jalan.

Namun semuanya bergerak menuju satu tujuan: menyelesaikan kehendak Bapa bagi generasi.


THE ALLIANCE OF HONORABLE MEN AND WOMEN

People of Honor Who Will Shape Cities and Influence the Future of Nations

Joel Armies juga didefinisikan sebagai The Alliance of Honorable Men and Women — aliansi pria dan wanita terhormat — yang dipersatukan oleh visi untuk mengubahkan kota-kota dan memengaruhi masa depan bangsa.

Kehormatan atau honor dalam konteks ini bukan berhubungan dengan status sosial, posisi, kekayaan, atau gelar, melainkan kualitas manusia yang dapat dipercayai. Orang-orang terhormat adalah mereka yang hidup dalam integritas, menghormati Allah, menghormati manusia, menghormati covenant atau perjanjian, menghormati proses, menghormati kepemimpinan, dan menjaga perkataan serta tanggung jawab yang dipercayakan kepada mereka.

Sebuah bangsa tidak hanya membutuhkan manusia yang berbakat.

Bangsa membutuhkan manusia yang dapat dipercayai.

Kota tidak hanya membutuhkan orang yang memiliki visi.

Kota membutuhkan pembangun yang memiliki karakter untuk membawa visi tersebut sampai selesai.

Karena itu, Joel Armies ingin membangun alliance atau aliansi yang didasarkan pada covenant, honor, shared assignment, mutual trust, dan Kingdom values — perjanjian, kehormatan, assignment bersama, kepercayaan timbal balik, dan nilai-nilai Kerajaan Allah.

Hubungan tidak dibangun sekadar berdasarkan apa yang dapat seseorang berikan kepada jaringan, tetapi berdasarkan siapa mereka di dalam Kristus dan apa yang Allah ingin kerjakan melalui hubungan tersebut.


OUR CITY MANDATE

Every City Has a Divine Assignment

Joel Armies percaya bahwa setiap kota memiliki sejarah, potensi, persoalan, panggilan, serta assignment yang berbeda, sehingga pelayanan kepada sebuah kota tidak dapat dilakukan hanya dengan menyalin metode dari kota lain.

Karena itu, generasi yang dibangun harus belajar mendengar Roh Kudus mengenai apa yang Bapa kehendaki bagi kotanya, memahami kebutuhan nyata masyarakat, mengenali kekuatan dan kelemahan wilayah, membangun hubungan dengan berbagai pemimpin, serta mengembangkan strategi yang relevan untuk menghadirkan nilai Kerajaan Allah.

Transformasi kota membutuhkan gereja yang melampaui kegiatan internalnya dan mulai melihat pendidikan, keluarga, ekonomi, bisnis, pemerintahan, sosial, teknologi, media, seni, dan berbagai wilayah lainnya sebagai bagian dari ruang tanggung jawab.

Dengan demikian, visi Joel Armies mengenai kota bukan sekadar melihat semakin banyak pertemuan rohani, tetapi melihat manusia berubah, pemimpin dibangun, keluarga dipulihkan, generasi diperkuat, bisnis menghasilkan solusi, institusi diperbaiki, dan budaya kota semakin mencerminkan nilai kehidupan, kebenaran, keadilan, kreativitas, serta kemuliaan Allah.


OUR NATION MANDATE

Influencing the Future of Indonesia

Indonesia bukan sekadar lokasi tempat kami hidup; Indonesia adalah wilayah assignment.

Joel Armies membawa kerinduan untuk melihat generasi yang tidak hanya mencintai bangsa melalui kata-kata, tetapi bersedia mengambil tanggung jawab untuk membangun masa depannya.

Kami percaya masa depan bangsa akan sangat dipengaruhi oleh kualitas manusia yang sedang dibangun hari ini.

Jika sebuah generasi dibentuk oleh ketakutan, kompromi, konsumerisme, egoisme, dan kehilangan tujuan, maka dampaknya akan terlihat pada masa depan bangsa. Sebaliknya, jika sebuah generasi dibangun dalam kebenaran, karakter, kecakapan, keberanian, inovasi, kemampuan memimpin, kepekaan terhadap Roh Kudus, serta kesediaan melayani, mereka akan membawa bangsa memasuki masa depan yang berbeda.

Karena itu, Joel Armies ingin mempersiapkan manusia yang dapat hadir di berbagai sektor kehidupan bukan sekadar sebagai pencari pekerjaan atau posisi, tetapi sebagai Kingdom solution providers — pembawa solusi Kerajaan — yang mampu menggunakan profesi, kepemimpinan, bisnis, pelayanan, kreativitas, pengetahuan, teknologi, hukum, pendidikan, dan sumber daya sebagai alat untuk melayani maksud Allah bagi Indonesia.


OUR GENERATIONAL DECLARATION

Kami adalah generasi yang berpusat kepada Kristus, karena kami mengetahui bahwa tanpa Sang Kepala Tubuh tidak memiliki arah.

Kami adalah generasi apostolik dan profetik, yang belajar melihat apa yang Bapa kerjakan, mendengar apa yang Roh katakan, lalu membangun apa yang Surga kehendaki.

Kami adalah revivalists yang membawa kehidupan dan reformers yang membangun perubahan.

Kami adalah generasi yang tidak menyerah, sebab kami tidak mengukur panggilan berdasarkan kemudahan perjalanan, melainkan berdasarkan kesetiaan Bapa yang mengutus kami.

Kami adalah generasi yang penuh Roh Kudus, yang menolak menggantikan kuasa Allah dengan sekadar kemampuan manusia.

Kami adalah generasi yang mencari perkenanan Allah lebih daripada popularitas manusia.

Kami adalah generasi yang membawa anugerah rasuli untuk membangun, memperlengkapi, mengutus, dan menyelesaikan.

Kami adalah The Alliance of Honorable Men and Women, yang hidup dalam integritas, covenant, honor, dan tanggung jawab.

Kami adalah pembangun kota.

Kami adalah pembangun generasi.

Kami adalah pembangun masa depan bangsa.

Dan kami tidak akan berhenti sampai assignment yang Bapa percayakan kepada generasi kami telah diselesaikan secara utuh.


JOEL ARMIES APOSTOLIC NETWORK

Apostolic & Prophetic Ministries Network

Christ-Centered. Spirit-Filled. Apostolic. Prophetic. Post-Denominational. Generational. Transformational.

Raising Revivalists. Building Reformers. Transforming Cities. Influencing Nations.

One Christ. One Body. One Kingdom. One Generational Assignment.


Leave a Reply