FINAL CALL TO BACK INTO HIS ORIGINAL PATTERN
Hari-hari ini banyak pelayanan anak muda berusaha dengan sekuat tenaga menjangkau anak-anak muda dengan cara apapun yang menurut mereka adalah cara yang terbaik dan update dalam melakukan penjangkauan. Ada yang menjangkau dengan cara-cara unik, ada yang mencoba masuk dengan cara kontes music, ada yang mencoba dengan cara membuat ibadah menjadi tempat yang tidak kalah hinggar bingarnya dengan coffee store/night club, dll.
Tanpa menggurangi rasa hormat atas usaha dan kerja keras mereka selama ini, yang saya perhatikan dari semua pelayanan tersebut sepertinya hanya berujung pada satu kondisi hasil yaitu memindahkan hiburan dunia masuk kedalam “form gereja”, dan yang kita lihat dewasa ini adalah “Pelayan-pelayan yang terlibat seolah-olah tanpa sadar dibuat untuk tidak menyadari tujuan semula dari pelayanan tersebut, sehingga lambat laun mereka memiliki gaya hidup yang tidak jauh beda dari orang-orang yang dilayaninya”.
Pelayanan yang di gadang-gadang pada awalnya menjadi sebuah senjata yang akan mempersiapkan anak-anak muda menjadi “anak panah ditangan pahlawan” malah menjadi gagal total. Pelayanan yang seharusnya mengembalikan semua orang kepada pattern semula yaitu menghasilkan orang-orang percaya yang berpusatkan pada Kristus semata (Christ Centered Believer) sepertinya hanya menjadi cerita impian “isapan jempol” semata.
Mari kita hentikan kerusakan generasi ini. Mari kita pahami dan eksekusi setiap kehendah Tuhan dengan benar. Pelayanan yang menghasilkan orang-orang percaya yang memiliki influence the cities & Impact the nations hanya akan bisa kita lihat jika kita sebagai para pelayan Tuhan memiliki kualitas hidup yang jauh berbeda dari dunia. Dalam waktu yang sama kita juga harus mampu untuk dapat memberikan solusi dan membangkitkan pengharapan sehingga muncuk generasi yang hidup sesuai dengan kehendak Tuhan di atas muka bumi ini.
Mari kita bicara tentang sebuah analogi, ibarat seseorang yang sedang jatuh dan terperangkap dalam satu jurang dan tidak bisa keluar dari jurang tersebut sendirian, mereka pasti tidak akan pernah merasa tertolong jika hanya menemukan ada orang lain sedang terperangkap pada jurang yang sama dengan mereka. Mereka hanya akan bisa terhibur dan akan kembali bangkit “pengharapan”-nya jika menemukan ada orang yang tidak didalam jurang dan memiliki kemampuan dan keinginan untuk dapat mengeluarkan mereka dari jurang tersebut sehingga mereka dapat keluar dari perangkap dan jurang tersebut. Sama seperti itu, hanya orang-orang yang memiliki kualitas hidup yang jauh berbeda dan memiliki hati yang luas yang akan bisa memberikan “harapan baru yang membangkitkan” pada bumi dan generasi yang sedang terhilang ini. Dengan hanya mengandalkan perbedaan kualitas hidup yang tipis dari dunia ini, kita tidak bisa berharap bahwa suatu kali kita akan mengubahkan dunia ini dengan apa yang kita perbuat.
Ingat selalu hal ini: ketika Tuhan ada di dunia ini, berulang kali Dia mengutarakan isi hati terdalamnya yaitu, identitas kita adalah menjadi Garam Dunia dan Terang Dunia. Garam dan terang dunia jelas harus memiliki perbedaan yang mencolok bahkan berbeda 180 derajat dari sekelilingnya. Sifat dasar dari garam dan terang juga hadir untuk satu alasan yaitu memberikan pengaruh dan perbedaan yang jelas sehingga hidup bisa terus berlangsung dengan segala kepenuhannya.
Pernahkan kita bayangkan, kita hidup tanpa terang? Atau kita makan tanpa garam? Atau semua laut menjadi air tanpa garam? Dan 24jam dalam kehidupan ini hanya kegelapan yang kita liat? Atau dengan kata lain, ketika kita hidup tanpa kedua hal tersebut, kita hanya akan menemukan tidak ada kehidupan. Sama seperti jika tumbuhan tidak pernah berfotosintesa maka kehidupan manusia akan kacau, dan tidak akan ada lagi keseimbangan udara dan kehidupan ini.
Banyak sekali pelayan-pelayan dewasa ini bahkan meng-klaim dirinya termasuk dalam salah satu orang yang telah memberikan kontribusi terbaik bagi kerajaanNya. Bahkan dalam Matius7, kita dapati Tuhan pernah bernubuat, pada akhir jaman semakin banyak orang-orang yang mengaku dan berseru kepada Tuhan dan merasa telah banyak melakukan kehendak Tuhan. Akan tetapi jawab Tuhan atas seruan mereka sangatlah simple, yaitu: Tuhan tidak kenal mereka karena apa yang mereka kerjakan bukanlah pure kehendak Tuhan dalam kehidupan mereka.
Bukankah hal ini yang kita lihat yang telah terjadi dewasa ini didalam gereja-gereja. Padahal kalau kita mau jujur dengan hati nurani kita dan mau menilai semua yang kita lakukan dari dampak/buah yang dihasikan selama ini (seperti yang Tuhan selalu ajarkan, kenallah sebuah pohon dari buah-buahnya), maka kita akan sampai pada suatu kesimpulan kita (baca: gereja) belum terasa secara nyata menghasilkan dampak dan perubahan di masyarakat sekarang ini.
Sekali lagi saya mengajak setiap dari engkau, mari kita bangun ulang generasi dengan dengan membuat sebuah kualitas yang jauh berbeda degan dunia ini.
Ingat selalu hal ini: Kualitas hidup yang jauh berbeda tidak akan pernah kita dapatkan hanya karena kita sudah dilahirkan kembali. Kualitas ini hanya akan kita miliki ketika kita membiarkan Tuhan membawa kita dari satu tingkat kemuliaan kepada kemuliaan yang lebih tinggi dengan
1. Membiarkan iman kita mengaktifkan semua yang kita dapati dari pendengaran kepada Firman yang Tuhan bukakan lewat roh kita (Firman Rhema) – inilah kunci untuk memasuki kemuliaan Tuhan tersebut.
2. Biarlah kita memiliki kerendahan hati yang akan membawa kita untuk terus belajar dari siapapun, sehingga kita akan terus hidup dalam perkenanan Tuhan – inilah kunci untuk tetap tinggal dan bersiap masuk ke level kemuliaan yang lebih tinggi.
3. Terus lengkapi diri kita dengan kasih dan keberanian untuk mengeksekusi dan merealisasikan semua improvement yang telah disingkapkan dalam hidup kita – inilah kunci untuk membuat rotor kehidupan kita bergerak ke tingkat kemuliaan yang lebih tinggi.
Jangan tunda lagi, Mari kita beralih untuk kembali kepada Original Pattern yaitu Firman Allah sampai melihat Indonesia penuh kemuliaanNya!
Regards,
His Servant, Samuel Mulyono
Preaching & Ministering Video
Leave a Reply