Discernment Menjaga Ketepatan Pemerintahan

1–2 minutes

read

Berjalan dalam Roh tidak cukup hanya memiliki sensitivitas, sebab tidak setiap impresi, mimpi, dorongan, atau suara yang terasa rohani otomatis berasal dari Roh Kudus. 1 Yohanes 4:1 memakai kata Yunani dokimazō (δοκιμάζω), yaitu menguji, memeriksa, dan membuktikan keaslian sesuatu, sedangkan Ibrani 5:14 memakai gagasan diakrisis (διάκρισις), yaitu kemampuan membedakan dengan akurat, serta gymnazō (γυμνάζω), yaitu melatih secara disiplin sampai kemampuan tersebut menjadi matang. Karena itu, discernment tidak dibangun melalui kecurigaan, tetapi melalui pengenalan yang semakin dalam terhadap Kristus, Firman, karakter Allah, buah Roh, serta suara Sang Gembala. Yohanes 10 menunjukkan bahwa domba mengikuti gembala karena mereka mengenal suaranya; semakin dekat seseorang kepada Sang Raja, semakin ia mampu membedakan antara suara Roh, dorongan jiwa, ambisi pribadi, tekanan lingkungan, dan suara yang menyesatkan. Inilah DNA REIGN: HUIOS yang dewasa tidak hanya cepat mendengar, tetapi rendah hati untuk menguji; tidak hanya terbuka terhadap manifestasi, tetapi tunduk kepada Firman; tidak hanya menerima pewahyuan, tetapi membawanya melalui akuntabilitas sampai Ekklesia memiliki ketepatan pemerintahan yang cukup kuat untuk membangun Dimensi Zion dan Kingdom Civilization tanpa dikendalikan oleh setiap suara yang muncul.

“HUIOS yang dewasa tidak dibuktikan oleh banyaknya suara yang ia dengar, tetapi oleh ketepatan suara yang ia ikuti; sebab discernment menjaga takhta tetap menjadi milik Sang Raja dan memastikan setiap langkah Ekklesia bergerak dari suara Surga, bukan kebisingan manusia.”

Salam Kegerakan!
PS. SAMUEL MULYONO

Leave a Reply

Discover more from SAMUELMULYONO

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading