Sesudah Musa hamba Tuhan itu mati, berfirmanlah Tuhan kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: “Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu. Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.” (Yosua 1:1-3, 8, 9 TB)
Tuhan menghendaki untuk kita sebagai jemaat-Nya mengalami penyetaraan pewahyuan dan bergerak sebagai satu kesatuan untuk menghasilkan dampak yang besar. Ia menghendaki untuk kita senantiasa memiliki rasa lapar dan haus akan kebenaran, meleburkan diri atas apa yang sedang Tuhan kerjakan serta menarik turun anugerah-Nya, sehingga Tuhan dapat mencurahkan Roh-Nya melebihi dari apa yang dapat kita bayangkan sebelumnya; mengalami serentetan perubahan dalam hidup kita. Ia mau untuk kita terus membuka hati untuk diperlengkapi dan berfungsi menggenapi destiny yang telah Ia tetapkan atas kita.
Kita perlu mengubahkan mentalitas yang selama ini kita miliki. Sebelum Tuhan mulai mempromosikan umat-Nya, ada beberapa persiapan yang harus kita miliki.
Seringkali segala hal yang dilakukan oleh orang kristen dan gereja hari-hari ini selalu dikaitkan dengan aktivitas kerohanian belaka dan/atau aktivitas yang pusat kegiatannya masih diikat dengan mentalitas Cela Mesir. Cela Mesir adalah kumpulan mentalitas dan kebiasaan yang tidak sesuai firman, yang sudah terlanjur terbentuk dan terbangun dalam diri seseorang/komunitas, sebagai hasil dari pengalaman buruk selama berada dibawah penindasan keadaan, seseorang atau sekelompok orang. Cela Mesir mengakibatkan orang kristen dewasa ini memiliki mentalitas budak dan korban dari keadaan. Mentalitas budak yang dimiliki seseorang akan menghalangi orang tersebut dapat menerima kebenaran dan Firman secara akurat. Setiap orang/komunitas yang masih memiliki mentalitas Cela Mesir akan sulit menang atas konflik batin dan memiliki kecenderungan hati untuk lari dari permasalahan dan berputar-putar dalam siklus iblis bertahun-tahun. Cela Mesir menipu, membunuh dan membinasakan setiap orang yang memilikinya.
Sebagaimana agen rahasia memberi diri mereka sebagai perisai bagi sang Presiden, kita harus menghapus konsep pikir individualistik dan Cela Mesir. Perlu menjadi pusat tujuan dari setiap anak Tuhan bahwa setiap kepercayaan yang diberikan kepada kita untuk mengerjakan sesuatu bukanlah sekadar untuk kepentingan yang kecil (Baca. pelayanan belaksa dan hal-hal yang berpusatkan pada kepentingan pribadi) namun Allah merancangnya untuk kita dapat mengubahkan dan mempengaruhi masa depan suatu bangsa. Ini saatnya untuk kita belajar memberikan semua yang kita miliki bagi rencana Tuhan dan tidak lagi berpikir untuk diri kita dan berhenti untuk berkata: “Ini aku Tuhan, utus Dia.”
Satu hal yang harus kita tanamkan dalam hati kita, apapun yang kita, sebagai gereja Tuhan, lakukan pasti akan menimbulkan dampak dan pengaruh di masyarakat karena gereja adalah Kedutaan Kerajaan Surga yang mana kita berfungsi sebagai anggota kedutaan tersebut. Tanamkan dalam pikiran kita bahwa setiap pertemuan yang kita miliki adalah merupakan saat dimana kita menerima arahan dari pimpinan kita. Itulah sebabnya kita harus pastikan untuk ketika Tuhan mengatakan sesuatu jawaban kita adalah “YA”.
Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua yang dari Israel adalah orang Israel, dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: “Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu. Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar. Roma 9:6-8.
Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, -supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya –dikatakan kepada Ribka: “Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,” seperti ada tertulis: “Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.” Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil! Sebab Ia berfirman kepada Musa: “Aku akan menaruh belas kashihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.” Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah. Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: “Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi. Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya. Roma 9:11-18.
Ketika Tuhan memilih kita, artinya Ia sedang ingin menyatakan kedaulatan-Nya atas kita. Mazmur Pada hari kuasa-Nya, umat Tuhan akan memberi diri.
Berikut ini adalah definisi dari “Cela Mesir”: kumpulan mentalitas dan kebiasaan yang tidak sesuai firman, yang sudah terlanjur terbentuk dan terbangun dalam diri kita, sebagai hasil dari pengalaman buruk selama berada dibawah penindasan keadaan, seseorang atau sekelompok orang.
Beberapa mentalitas Cela Mesir yang perlu secara tegas kita segera tanggulangi sepanjang tahun 2022:
1. Semangat, iman , dan sukacitanya meletup-letup bila ada pengalaman bagus, tetapi segera memudar bila tidak ada pengalaman bagus. Keluaran 4:29-31; 5:6-11, 19-21; 6:1-8; 14:30-31.
Maz 37:4, dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. (Mazmur 37:4 TB)
Sukacita kita seharusnya hanya dikarenakan Tuhan dan FirmanNya, bukan didasarkan oleh pengalaman, fakta dan mood kehidupan kita.
2. Selalu mencurigai dan sulit mempercayai pemimpin (Keluaran 5:21; 16:2-3, 17:3; Bil 14:1-4)
– selalu curiga pemimpin mau membunuh.
– cenderung memberontak.
Pemimpin yang dipercayai memegang otoritas adalah wakil Tuhan diatas muka bumi ini. Dengan kita terus mencurigai tanpa data dan fakta yang jelas, maka kita sedang menolak perwakilan Tuhan di muka bumi ini. Memang akan ada beberapa pemimpin yang seperti “Imam Eli” yang sudah kabur dan tuli dalam membedakan suara Tuhan, namun pastikan kita tetap memiliki hati yang bersih sama seperti Samuel yang meresponi semua sesuai dengan cara yang akurat yaitu membangun hubungan yang intim dengan Tuhan dan Firman sampai tidak ada yang gugur selama hidup Samuel. Sikap dan cela ini bisa ditanggulangi dengan cara dibentuk ulang dengan Firman Kristus.
3. Cengeng dan mudah putus asa (Kel 16:2-3; 17:3.)
Cengeng dan mudah putus asa adalah buah dari ketidakpercayaan kepada Tuhan yang akan membuat kita beroperasi diluar anugerah dan kehendak Tuhan.
4. Selalu merasa diri kecil dan tidak berdaya (Bil 13:31-33.)
Sikap pasif dan penipuan Iblis akan selalu berujung pada kondisi bahwa kita merasa kecil dan tidak berdaya dalam menghadapi segala problematika manusia. Sejak Tuhan mati, bangkit dan naik ke Surga sebenarnya kita sudah diberi kuasa untuk menjadi anakNya. Pemahaman Kristus ada didalam kita secara benar akan membawa kita bertumbumbuh menjadi anak yang akil balik dan siap menerima warisan Bapanya.
5. Mau terima enaknya saja (Kel 20:18-21.)
Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap. Maka bangsa itu takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh. Mereka berkata kepada Musa: “Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati.” Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu: “Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dengan maksud supaya takut akan Dia ada padamu, agar kamu jangan berbuat dosa.” Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada. (Keluaran 20:18-21 TB)
Kebiasaan untuk terus lebih takut kepada dunia ini dengan segala tuntutannya akan mencetak manusia tidak mau sepakat dengan Firman yang akan mecetak kita menjadi pejuang sejati. Kegagalan menjadi pejuang ini mengakibatkan kita memiliki mental yang mau terima enaknya saja, tanpa ada roh juang yang kuat. Seorang yang tanpa roh juang akan puas dengan pengalaman orang lain dan perwakilan orang lain, padahal yang disediakan jauh lebih besar dari yang didapat karena perwakilan yang ada. Orang tanpa roh juang ini akan menjadi seakan akan berhikmat bagi dunia padahal bodoh dihadapan Allah.
Roh Takut akan Tuhan yang akan mendatangkan hikmat dan pengertian-pengertian baru dalam hidup kita yang akan menerobos segala keterbatasan kita selama ini. Segera tanggulangi cela ini dengan memastikan Roh Takut akan Tuhan berkuasa dalam hidup kita.
6. Lebih suka mati dalam penderitaan daripada berjuang untuk meraih kemenangan.
7. Lebih mempercayai apa yang dapat dilihat, dirasa dan dikecap oleh indra perasa manusiawi daripada perkataan Firman Allah.
Mari kita pastikan semua cela Mesir kita dapat tanggulangi sehingga kita siap bangkit dan menjadi Terang Tuhan di bumi Indonesia ini!
Hal-hal yang perlu untuk kita pastikan kita pegang erat sepanjang tahun 2022. Pastikan hal-hal ini menjadi unsur utama dalam hidup kita dalam meresposni apaun yang terjadi sepanjang tahun ini.
- Pastikan kita hidup dalam Roh Takut akan Tuhan. Jadikan Takut akan Allah menjadi fokus utama kita, dan tidak lagi ada perbudakan yang berasal dari takut akan manusia.
- Pastikan kita terus membangun manusia rohani kita secara tepat sehingga kita memiliki posisi Rohani kita siap untuk melakukan takeover setiap impian dan destiny yang Tuhan sudah investasikan dalam hidup kita selama ini.
- Pastikan setiap aksi yang kita lakukan berasal hanya dari respon dengan akurat terhadap Firman dan tuntunan Roh Kudus. Respon yang kita miliki adalah level ketaatan mutlak kepada Dia.
- Pastikan kita memiliki pola pikir yang akurat dengan Firman, sehingga ketika kita ada di jalan kemenanganNya sekalipun kita tetap bisa hidup dengan penuh kewaspadaan dan tetap menggunakan seluruh perlengkapan senjata Allah dalam hidup kita.
- Pastikan seluruh resources yang kita miliki hanya kita gunakan untuk kepentingan Kerajaan Allah dan seluruh kehendak Bapa.
Mulai hari ini ini belajarlah untuk terus mengenali apa yang menjadi kerinduan hati Tuhan dan sedang Roh perkatakan bagi Anda. Praktekkan prinsip perenungan firman dan pelajari kembali setiap prinsip kebenaran yang sudah dibagikan dan hidupi sungguh-sungguh, maka engkau akan melihat, sampai pada titik rohani tertentu, kerinduan hati Tuhan akan turun dalam hidupmu sebagai mandat Ilahi yang akan membuatmu tidak tergocangkan dan tidak dapat dipisahkan dari Kasih Kristus.
Biarlah Indonesia Penuh Kemuliaan Tuhan!
Regards,
Samuel Mulyono (1-3 Jan 2022)
Leave a Reply