
Sangat disayangkan banyak sekali anak-anak Tuhan masuk ke “medan perang” pelayanan tanpa persiapan/ pemuridan yang cukup dan serba tanggung. Gereja yang ada terlalu sibuk dengan acara internal dan entertaiment. Pelayanan lain yang ada di komunitas-komunitas pun sebagai pelayanan para-church, hanya sanggup menjadikan para “pelayanan tanggung”, tanggung dalam pengenalan akan Firman, tanggung dalam hal kapasitas rohani, maupun tanggung dalam karakter yang diimpartasi.
Secara progresif, karena kebodohan “pelayanan tanggung” ini mulai memunculkan para “pelayan tanggung” yang hanya bisa melihat dunia pelayanan dalam satu sisi dan memiliki ego yang sangat besar yg belum di tanggulangi. “Pelayan tanggung” ini juga mulai bersifat fanatik dengan satu sisi pelayanan dan tidak dapat melihat keutuhan pesan Injil Kerajaan dan Panggilan Bapa atas umat-Nya!
Bahayanya, dengan embel-embel bahwa “pekerja sedikit namun tuaian banyak” para “pelayan tanggung” itu memaksa proses pembentukan orang lain utk menjadi seperti dirinya yaitu sebagai “pelayan tanggung” juga. Tidak aneh, dalam waktu yang tidak terlalu lama dari orang-orang ini timbul huru-hara yang tidak perlu dalam Tubuh Kristus. Bahkan “Pelayan tanggung” ini menjadi salah satu agen perusak bagi orang-orang untuk mengenali pattern asli yang berasal dari Bapa. Apa yang harusnya menjadi bagian buat TubuhNya di rusak hanya karena orang-orang melihat tingkah laku para “pelayan tanggung” ini!
Para “pelayan tanggung” ini hanya akan berkutat pada pesan-pesan lama saja dan menganggap bahwa mereka sudah membawa keseluruhan pesan Bapa atas umatNya. Mereka terus mendengungkan kebangkitan rohani yang semu, namun tidak pernah memberikan dampak apapun pada kota dimana mereka tinggal. Para “pelayan tanggung” ini merasa bahwa mereka sedang berlomba dengan waktu untuk memastikan bahwa semua orang harus mendengarkan injil keselamatan “utk masuk surga” dan mengorbankan apapun tanda arahan Bapa sehingga tanpa sadar mereka sudah merasa lebih bermoral daripada Bapa sang inisiator segalanya.
Sudah cukup kita biarkan kerusakan yg disebabkan oleh para “pelayan tanggung” ini. Kita butuh perubahan yang seutuhnya sebagaimana yang telah Tuhan Yesus contohkan selama di dunia ini. Dibutuhkan reformasi total (redefinisi, restruktur, dan reposisi) atas gereja dan pelayanan yang ada jika ingin melihat Tuhan Yesus benar-benar termanifestasi secara utuh lewat tubuhnya didunia ini.
Gereja & Pelayanan yang ada harus sekali lagi mengalami Revival baik dalam Firman dan Roh. Kita perlu memikirkan dan meninjau ulang semua yang kita perbuat dan kerjakan selama ini.
Sudah waktunya pelayanan yang sesuai dengan pola sorga-lah yang muncul di kota-kota, sehingga akhirnya nama Bapa dipermuliakan melalui buah-buah kehidupan kita. Sudah saatnya kita sebagai gerejaNya memfokuskan diri kita untuk dapat melakukan sesuai dengan amanat agung, yaitu: “memuridkan bangsa-bangsa!” Ya… “Bangsa-bangsa”.. Bukan lagi personal..
Kita harus berhenti khotbah yg hanya akan membuat orang merasa masuk ke sorga dan diberkati belaka tapi powerless dan “tanggung” dalam segala hal! Ini saatnya kita terus bekerja dan berperan aktif dalam membangun generasi mempelai Kristus yang tidak bercacat cela, generasi yang siap memimpin & memuridkan bangsa-bangsa utk berjalan dalam ketaatan mutlak kepada Dia!
So, mulailah mereformasi semua pemahaman firman, pengenalan & hubungan pribadi kita dengan Bapa maupun kapasitas roh dan kedewasaan kita! Sehingga kita akan didapatkan sebagai pasukan Tuhan yang siap berperang dan menjadi pemenang, dan bukan lagi korban bulan-bulanan kekalahan atas iblis!
Salam Kegerakan!
Samuel Mulyono & Eva Retna
Note: setelah melakukan perenungan, saya mendapati beberapa framework yg cocok utk bisa me-rebuild pemuridan yang bisa kita apply. Utk detail, please contact me.
Leave a Reply