Pewahyuan baru tentang Yesus Kristus

5–7 minutes

read

Pewahyuan baru tentang Yesus Kristus

Message by Ps. Steven Agustinus (Alliance of Breakthrough City Church).

 

Saya percaya, dalam bulan-bulan dan beberapa tahun ke depan ini – sebagai Gereja Tuhan, kita akan mengalami terjadinya penyingkapan dan pewahyuan yang baru tentang Yesus Kristus.

Selama kurang lebih tiga setengah tahun lamanya murid-murid hidup bersama dengan Yesus di bumi ini. Tapi saat Ia bangkit dari antara orang mati, para murid tidak lagi bisa mengenali Dia meskipun mereka berjalan bersama-sama dengan-Nya.

“Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia” (Luk. 24:15-16)

Rasul Yohanes yang disebut sebagai ‘murid yang paling dikasihi’ juga tidak bisa mengenali Dia yang datang dan mewahyukan Diri-Nya di pulau Patmos (Why. 1:12-18). Saat Ia masih hidup sebagai seorang manusia, Yohanes bisa meletakkan kepalanya di dada Yesus (Yoh. 13:23), tetapi saat Ia mewahyukan Diri-Nya sebagai Allah yang sudah bangkit dan dipenuhi kemuliaan Bapa, Yohanes langsung tersungkur seperti orang yang mati (Why. 1:17).

Saya percaya, dimensi pengenalan akan Tuhan yang sama seperti yang sudah dialami oleh Rasul Yohanes di pulau Patmos saat ini sedang datang bagi Gereja-Nya! Saat Gereja mulai menikmati dimensi pengenalan akan Kristus yang sudah bangkit dan dipenuhi kemuliaan Bapa, akan terjadi banyak perubahan dan terobosan baru di dalam Gereja-Nya.

  1. Pewahyuan ini akan mengembalikan Gereja pada fungsinya yang semula, yaitu sebagai Pintu Gerbang Sorga.

Selama sekian waktu lamanya, Gereja Tuhan lebih banyak berfungsi seperti sebuah rumah sakit atau panti asuhan rohani belaka. Jemaat yang ada kebanyakan memiliki kehidupan yang penuh dengan pergumulan, lemah dan tertekan. Belum lagi jika kita mulai mengamati kehidupan sehari-hari mereka; tidak tampak adanya nilai-nilai Kerajaan Sorga sama sekali. Akan tetapi, saat Gereja Tuhan kembali mengenal Dia sebagai Allah yang sudah bangkit dari antara orang mati dan dipenuhi dengan kemuliaan Bapa, segala sesuatunya akan segera berubah! Seluruh jemaat akan mulai bangkit dalam kuasa Roh dan mengalahkan segala jenis pergumulan yang selama ini menekan hidup mereka, lalu memberi diri mereka untuk menyelesaikan kehendak Tuhan. Saat jemaat mulai hidup bagi kepentingan Kerajaan Sorga, saat itulah Gereja Tuhan baru akan dapat berfungsi sebagai Pintu Gerbang Sorga – artinya, apapun yang Sorga rencanakan untuk terwujud dalam dunia ini, pasti akan terwujud lewat Gereja-Nya.

  1. Pewahyuan ini akan memposisikan Gereja untuk ada pada posisi yang selalu berkemenangan.

Jemaat yang membangun hidup mereka di atas dasar pengenalan akan Tuhan yang sudah bangkit dan dipenuhi kemuliaan Bapa, pasti memiliki kestabilan hidup. Segala jenis perlawanan ataupun aniaya tidak lagi bisa mengintimidasi orang percaya (Rom. 8:31-39). Gereja Tuhan betul-betul akan bangkit sebagai sekumpulan tentara yang tidak bisa dihentikan oleh apapun juga – termasuk oleh kuasa kematian (1 Kor. 15:53-58).

  1. Pewahyuan ini akan membongkar segala bentuk praktek penyesatan dan manipulasi, sekaligus membebaskan jemaat untuk hidup dalam prinsip-prinsip kebenaran mutlak.

Yesus telah memperingatkan murid-murid-Nya tentang bahaya dari orang-orang yang akan memimpin mereka pada arah kehidupan yang salah (Mat. 24:4-5). Mereka adalah ‘para pemimpin yang berkharisma tapi telah kehilangan kecenderungan hati yang selalu tertuju kepada kebenaran’. Sesungguhnya mereka tidak lagi melayani Tuhan tapi sekedar memanfaatkan nama Tuhan demi meraih kepentingan-kepentingannya sendiri. Mereka akan membuat jemaat selalu bergantung kepada ‘pengurapan dan kuasa Roh yang bekerja melalui hidup mereka’ sehingga pada saat yang sama mereka sendiri jadi punya kesempatan untuk terus memanipulasi jemaat (Why. 2:14-15).

Waktunya telah tiba untuk jemaat menerima pewahyuan tentang Dia yang sudah mengalahkan maut dan dipenuhi oleh kemuliaan Bapa; dan Dia saat ini hidup didalam hati jemaat! (Kol. 1: 25-29) Pewahyuan ini akan membuat jemaat siap untuk dilatih, diperlengkapi dan dibangkitkan bagi perluasan Kerajaan Sorga. Jemaat jadi belajar untuk mempraktekkan dan menghidupi setiap prinsip kebenaran yang sudah mereka terima.

  1. Pewahyuan ini akan membawa Gereja untuk hidup dalam posisi rohani dan level otoritas yang sudah Bapa tetapkan.

Gereja telah ditetapkan untuk mempengaruhi masa depan bangsa serta membentuk ulang komunitasnya. Tapi semua itu baru akan dapat terjadi saat Gereja mulai dibangun di atas dasar pengenalan akan Tuhan yang sehat dan benar (Why. 2:26-28, 12:1). Saat setiap jemaat mulai bisa melihat Dia sebagaimana adanya, suatu dimensi rohani yang memposisikan kita untuk dapat duduk setahta dengan diri-Nya akan mulai tercurah dalam hidup kita (Ef 1:17-21). Dalam kedaulatanNya, Bapa telah berkenan memposisikan Gereja jadi jauh lebih berkuasa dari institusi apapun juga di dunia ini (Ef. 1:21-22, Mi. 4:1-2).

  1. Pewahyuan ini akan menyebabkan terjadinya pemisahan dalam Gereja: antara mereka yang hidup dalam keilahian-Nya dengan mereka yang memutuskan untuk tetap menjalani kehidupan yang manusiawi dan duniawi.

Sampai hari ini, Gereja Tuhan masih terus hidup dalam berbagai pencampuran; salah satunya adalah adanya jemaat yang masih meyakini bahwa mereka bisa hidup secara ilahi dalam kuasa Roh-Nya dan mereka yang ‘menyadari’ betapa lemah dan terbatasnya mereka. Perbedaan konsep pikir dan pemahaman kebenaran ini akan segera dipisahkan. Mereka yang merindukan termanifestasinya kehidupan ilahi melalui kehidupan sehari-hari mereka, akan betul-betul mengalami manifestasi kedaulatan kuasa-Nya melalui kehidupan mereka (Why. 3:4-5), sedang bagi mereka yang lebih menyukai kehidupan yang ‘tidak terlalu nge-Roh’ ataupun penuh dengan keradikalan ilahi, mereka betul-betul akan mulai kehilangan Tuhan (Why. 3:1-2).

  1. Pewahyuan ini akan membuat Gereja memiliki otoritas untuk mempengaruhi berbagai aspek hidup tanpa bisa dihalang-halangi lagi.

Bagi beberapa orang, setiap kali mereka berdoa, mereka selalu bertindak untuk ‘menggedor’ pintu Sorga. Tapi bagi beberapa orang yang lain lagi, mereka dapat langsung membuka pintu Sorga karena mereka telah memegang kuncinya! Saya percaya, Bapa memberikan ‘kunci Kerajaan’ kepada Gereja-Nya dengan satu tujuan: agar gereja dapat memasuki setiap area kehidupan yang ada di bumi ini dan mengubahkannya jadi selaras dengan kebenaran (Yes. 61:11).

Memang untuk melakukan itu, gereja sendiri masih harus melakukan banyak pembenahan dan bangkit dalam kuasa Roh untuk menanggulangi segala kelemahan dan keterbatasan manusiawi yang masih ada, tapi justru itulah fungsi dari ‘kunci Kerajaan’: kita bisa memasuki ‘gudang anugerah’ yang Bapa miliki dan mengambil apaun yang kita butuhkan untuk menyelesaikan kehendak Bapa. Waktunya tiba bagi gereja Tuhan untuk tidak lagi hidup di bawah pengaruh ‘apa yang kita miliki atau tidak kita miliki’. Kita bisa mulai hidup berdasarkan apa yang Bapa sudah sediakan di dalam gudang persediaan-Nya (Yoh. 15:7; Ef. 1:3, 11)

  1. Pewahyuan ini akan membawa Gereja untuk mengalami terobosan yang baru dalam dimensi persekutuannya dengan Bapa.

Selama sekian waktu lamanya, gereja dipenuhi dengan berbagai aktifitas agamawi tanpa kehidupan ilahi. Sehingga meskipun ada banyak aktifitas yang dilakukan oleh setiap individu jemaat, tapi sedikit sekali – kalau tidak mau dikatakan tidak ada, produktifitas yang dihasilkannya. Hal ini disebabkan karena ada banyaknya aktifitas yang sebetulnya sama sekali bukan ‘perintah Tuhan’. Saat jemaat mengalami terobosan dalam dimensi persekutuan mereka dengan Bapa, jemaat akan mengalami bagaimana Bapa mulai menyatakan isi hati-Nya yang terdalam, kerinduan-kerinduanNya serta rencana-rencana-Nya yang ingin segera Ia wujudkan. Biasanya, didalam persekutuan itu pulalah Bapa akan mulai mempersiapkan dan menunjuk umat-Nya itu untuk melakukan apa yang Ia ingin wujudkan. Jika Bapa sudah menetapkan seseorang untuk melakukan apa yang Ia inginkan, secara otomatis Iapun akan menyediakan semua yang dibutuhkan orang ybs untuk ia dapat menyelesaikan tugasnya secara sempurna. Jadi, di dalam persekutuan dengan Bapa, kita akan mendapatkan semua yang kita perlukan guna menyelesaikan kehendak Bapa (Yoh. 15:5). Pengaruh dan keefektifan Gereja dalam menyelesaikan kehendak Bapa akan bertumbuh secara pesat.

Saya berdoa agar mulai saat ini, kita mulai memiliki kerinduan yang lebih besar lagi untuk mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya (Fil. 3:10-11).

Tuhan memberkati!

Leave a Reply

Discover more from SAMUELMULYONO

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading